IDAMAN POKER | AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | TERBESAR DI INDONESIA

BONUS DEPOSIT 10% | REFERAL 10% | ROLINGAN 0,5% | Online 24 JAM

IDAMAN POKER | AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | TERBESAR DI INDONESIA

BONUS DEPOSIT 10% | REFERAL 10% | ROLINGAN 0,5% | Online 24 JAM

IDAMAN POKER | AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | TERBESAR DI INDONESIA

BONUS DEPOSIT 10% | REFERAL 10% | ROLINGAN 0,5% | Online 24 JAM

IDAMAN POKER | AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | TERBESAR DI INDONESIA

BONUS DEPOSIT 10% | REFERAL 10% | ROLINGAN 0,5% | Online 24 JAM

IDAMAN POKER | AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA | TERBESAR DI INDONESIA

BONUS DEPOSIT 10% | REFERAL 10% | ROLINGAN 0,5% | Online 24 JAM

Kamis, 26 Januari 2017

Sex Baby Sister | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Sex Baby Sister | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Sex Baby Sister

Sex Baby Sister | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang anak SMP yang ketika itu dia melakukan hubungan sex dengan baby sisternya yang merawat dia dari kecil. Hubungan Sex ini dapat terjadi akibat pengaruh Film bokep yang ditonton oleh teman-temanya waktu itu. Sehingga terjadilah pemaksaan oleh anak SMP itu kepda baby sisternya untuk melayani nafsu sex dari ank SMP itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


Namaku Ginting, aku seorang anak yang berasal dari keluarga yang tergolong mempunyai ekonomi menengah keatas. Dimana Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaanya dan Ibuku sibuk dengan arisan dan shopingnya. Dari kecil aku selalu dirawat oleh baby sisterku yang bernama Mba Marni. Pada sampai suatu hari aku melakukan skandal Sex dengan Mbak Marni.
 





Kejadian ini berawal pada waktu teman-temanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, dan Bobi berniat main ke rumahku, untuk menonton kaset DVD bokep yang dibawa oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi mempunyai usaha rental kaset DVD di rumahnya. Pada saat itu ayah dan ibuku kebetulan sedang pergi dengan urusan mereka masing-masing. Bobi Ketika itu membawa 3 kaset bokep dan kami memang sudah berencana untuk menonton kaset bokep itu dirumahku.

Ditengah asiknya kami menonton Film Bokep, ternyata Mba Marni mengintip kami yang sedang menonton Film bokep itu. Saat itu Mba Marni mengintip dari celah pintu yang tdk tertutup rapat dan yang tahu mba marni mengintip hanya aku. Oh iya aku hampitr lupa, Mba Marni ini menjadi baby sisterku sejak dia berumur 19 tahun dan Usia Mba Marni ketika itu 27 tahun dengan status masih singgle ( belum menikah ).

Karena pengaruh film Bokep itu, tiba-tiba naluri lelaki keluar begitu saja. Aku ingin sekali melakukan sex seperti yang ada di dalam kaset DVD bokep yang kutonton bersama dengan teman-temanku tadi. Karena pada saat itu wanita yang ada hanya Mba Marni, maka aku berniat ingin mepraktekanya dengan Mba Marni. Kemudian aku mulai mencari alasan kepada teman-temanku untuk menyusul Mba Marni,

“ Eh teman-teman, Maaf yah Gue tinggal sebentar, Gue mau ke toilet dulu, ” ucapku,

“ Oke Nting… jangan lupa pintunya ditutup yaaa!!! ”, jawab salah satu temanku.

“ Okey bro, tenang aja, ”, jawabku.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange

 Kemudian aku bergegas untuk keluar dari kamarku, dan ketika aku keluar Mba Marni yang ketika itu Masih berada di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di iringi nafasnya yang tdk teratur.

“ Hmm… ma… ma… ada Den Ginting ternyata ”, ucap Mba Marni menyapaku sembari membenarkan posisi berdirinya.

“ Mbak ngapain disini, pake ngintip-ngintip lagi ? ” tanyaku dengan maksud menegurnya.

Pada saat itu dalam hatiku berkata “ wah, kesempatan nih buat Gue praktekin hal yang di kaset DVD bokep tadi “.

Kemudian dengan perlahan-lahan pintu kamarku aku kunci dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mba Marni.

“ Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala. ”

“ Hmm… hmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Den Ginting ”, jawabnya.

“ Nanti aku bilangin ayah dan ibuloh, kalo Mba Marni ngintipin Ginting ”, ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas
Mba Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah,

“ Mba Marni, kamu ngintipin saya dan teman-teman itu maksudnya apa?
” tanyaku.

“ Mbak, ingin kasih minum teman-teman Den Ginting. ”

“ Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas ”, tanyaku dan memang Mba Marni ke atas tanpa membawa minuman.

“ Hmm… Hmm… ” ucap Mba Marni mencari alasan yang lain.
Dengan kebingungan Mba Marni mencari alasan yang lain dan tdk disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk badan dan buah dada Mba Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


 “ Kesini deh Mbak !!!” ucapku,
Lalu diapun mendekat,

“ Lebih dekat lagi dong mbak !!! ” suruhku lagi,
Karena memang Mba Marni mendekat de ngan sedikit malu-malu dan Masih jaga jarak, akupun menyuruhnya untuk lebih dekat lagi,

“ Cepetan Mba lebih dekat lagi !!! gitu aja lama banget sih , ”
Mba Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa buah dadanya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mba Marni berada di selangkanganku.

“ Den Ginting mau apa ”, tanyanya.

“ Den, mau diapain Mbak ”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.

“ Udah, jangan banyak tanya ”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.

“ Jangan Den… jangan Den Ginting ”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby sisterku.

“ Jangan Den Ton, jangan… jangan… ” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.
Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang buah dada Mba Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

“ Jangan… jangan Den Ginting ”

“ Akh… akh… jangan, jangan Den ”

“ Akh… akh… akh ”

“ Jangan… Den Ginting ”

Aku mendengar Mba Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku.

“ Ohhh… ahhhh… Den… Den Ginting… tangan ber… ” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan.

“ Ouh… ouhh… Ahhh… ” desahan nafas Mba Marni seperti lari 10 km.
Kupegang tangan Mba Marni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mba Marni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.

“ Oouhhh…ssss… ahhh… Mba… Mba ”

“ Teruss… Ahhh… Mba ”

“ Ton… Ton… Ginting, saya tdk kuat lagi ”
Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mba Marni tiduran di bawah meja makan. Mba Marni telentang di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mba Marni.
Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukan ke dalam celana dalam-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.

“ Mbak, dibuka yah celananya.” Mba Marni hanya mengangguk dua kali.
Sebelum kubuka, aku mencoba memasukantelunjukku ke dalam liang Vaginanya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.

“ Ssss… ahhhh… euhhhh ”

“ Cepat dibuka ”, pinta Mba Marni.

Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang Masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film DVD bokep yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.
Perlahan-lahan kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang Vaginanya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“ Ahhhh… Ton… ”

“ Mbak mau kelluaar… ”

Aku tdk tahu apa yang dimaksud dengan “ keluar ”, tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Marni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang Vaginanya.
Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang.

“ Zlebb…. Zlebbb… ” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.

“ Ton… Ton pellann dongg… ” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya.

“ Zlebb… Zlebb ” dan,

“ Eghhh… eghhh… ”, suara Mba Marni tertahan saat kemaluanku Masuk seluruhnya ke dalam liang Vaginanya.

“ Ton… Ton… pelaan… ” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-ubun dan aku tdk mendengar ucapan Mba Marni.
Maka kupercepat gerakanku.

“ Eghhh… eghhh… eghhh… tolong… tolong Ton pelan-pelan ”
tdk lama kemudian,

“ Den Ginting, Mba keluaar laagi ”

Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan Vagina Mba Marni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk Masuk seluruhnya ke dalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat badan Mba Marni sehingga agak tersengal-sengal, tdk lama kemudian,

“ Croot… croot… crottt ” air maniku Masuk ke dalam liang Vagina Mba Marni.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


 Setelah Mba Marni 3 kali keluar dan aku sudah keluar, Mba Marni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Marni menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama 3 jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.

“ Ginting… tolong bukain dong, pintunya ”teriak mereka,
Maka cepat-cepat kuminta Mba Marni menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas Ibuku pulang naik Taxi.
Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-oleh Ibuku lalu kusuruh pulang. Setelah seluruh temanku pulang dan Ibuku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mba Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya.

“ Mbak, maafin Ginting yah! ”

“ Nggak apa-apa Den Ginting, Mbak juga rela kok ”

“ Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga ”, jawab Mba Marni.

Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mba Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mba Marni bersedia melakukannya.

Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mba Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMK. Papa dan Ibuku memarahiku, karena hubunganku dengan Mba Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mba Marni, Mba Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.


Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mba Marni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mba Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabar Ginting Juniorku.

Senin, 23 Januari 2017

Deris Tujuan Lesbianku | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Deris Tujuan Lesbianku | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Deris Tujuan Lesbianku

Deris Tujuan Lesbianku | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

Kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari mahasiswi yang mempunyai kepribadin sex lesbi antara ibu kos, dan teman kosnya. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.Sebelum memulai ceritaku perkenalkan Aku adalah seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota “ B ”, sebut saja namaku Sevi. Awal mula aku mengalami hubuunganku dengan seorang wanita yang mengubah orientasi seksualku menjadi seorang biseksual. Aku melakukan percintaan sesama jenis ketika usiaku 21 tahun dengan seorang wanita berusia 45 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin ada dorongan libidoku yang ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan dalam situs ini.



Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


Awal mula aku melakukan hubungan sexs sesama jenis yitu dengan ibu kosku, dia bernama Tante Asih, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kosku. tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Asih sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.
Pada suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,

“ Rupanya dia sudah datang ,” gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.

Kemudian pelan-pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Asih menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Asih sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Asih menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Asih, Dia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Asih menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Asih menikmati tubuhnya itu. Tanganya mulai memilih puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Tiba-tiba Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.

 

Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


Jantungkupun berdebar tidak karuan. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Lalu jariku kuarahkan keliang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.

Kemudian akupun mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Asih memperkenalkan pramugari itu kepadaku,

“ Sevi sini!!! Kenalin ini pramugari yang tinggal disebelah kamarmu.”
Kusodorknlh tanganku kepadanya untuk berjabat tangan.

“ Hey, cantik namaku kenalin namaku Deris, aku sudah tahu namamu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik ya.” Ujarnya padaku.

Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,

“ Hey juga kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam ya.” Jawabku.
Diapun mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Anis kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Anis, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.

Tiba-tiba Tante Anis memecahkan kesunyian,

“ Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, kalau ada telepon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Rosa ya.” Pesan tante anis kepada kami.
Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Anis pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,

“ Kak Deris udah lama ya kos di tempat tante Anis.” Tanyaku pada Kak Deris.

“ Belum terlalu lama juga kog sev, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota “Y”, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.” Jawb kak Deris padaku.

Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 25 tahun. Tiba-tiba dia menanyakan hubunganku dengan Tante Anis. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Anis sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Pramugari itu mengakui hubungannya dengan Tante Anis sudah merupakan hubungan percintaan.Aku pura-pura kaget,

“ Hahhh… Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,” ktaku dengan berpura-pura polos.

“ Hufttttttttttt…. entahlah Sev, Selama ini aku tak pernah berhasil menjalani hubungan dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Anis, walaupun Tante Anis bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.” Jawabny padaku.

kjKini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,

“ Kog kak Deris membocorkan rahasia kakak kepadaku.” Tanyaku padanya.

“ Aku membocorkn rahasiku kepadamu, karena aku mempercayaimu, aku ingin kamu lebih dari seorang sahabat denganku.” Ujarny padaku.

 

Klik Juga : Foto Hot Cewek Sange


Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku. Dia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.

Kulihat Bra hitam yang menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Kak Deris di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Anis kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuhnya menegang dan Deris menjambak rambutku, dia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.

Ketika aku sedang asyik Menjelajahi tubuh Kak Deris, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, tiba-tiba Tante Anispun sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Deris yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Deris secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku. Aku tahu maksud Tante Anis, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Kak Deris mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Kak Deris. Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Kak Derispun kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Anis. Kak Deris mulai menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Anis meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.

ibalah giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Kak Deris masih mengoral klitorisku, sementara Tante Anis memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Anis yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Kak Deris menjelejah pahaku dan lidah Tante Anis mulai menjelajah bagian sensitifku. Dibukalah Pahaku lebar oleh Kak Deris, sementara Tante Anis mengulangi apa yang telah dilakukan Kak Deris tadi, dan kini Kak Deris berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Anis. Dijilatinya punggung Tante Anis yang menindihku dengan posisi 69, dan Kak Deris menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Anis. Kak Deris menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif. Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Kak Deris mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Anis menciumi leherku yang berkeringat, dan Kak Deris dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Anis yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.

Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Kak Deris, dan wajah anggun Tante Anis, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.

Datanglah Pagi hari dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Kak Deris dan Tante Anis. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Kak Deris yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Anis menggarap dari belakang dan aku menggarap Kak Deris dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Anis membelai-belai daerah sensitif Kak Deris. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Kak Deris yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Anis yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.

Hari demi haripun berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Kak Deris belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Kak Deris, tetapi setelah seminggu Kak Deris kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan nya, dan dia pun merasa begitu. Malam sebelum Kak Deris bertugas aku dan Dia menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Dia telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Kak Deris, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Dia bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.

Aku tidk tahu mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Kak Deris membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Kak Deris di kos Tante Anis. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Anis, tetapi saat pembayaran kos, Tante Anis tak mau dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya, dan untuk pengalamanku selanjutnya kuceritakan dalam kesempatan yang lain.

Kamis, 19 Januari 2017

Sex Murid Dan Kepala Sekolah | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 Sex Murid Dan Kepala Sekolah | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya


https://goo.gl/LFBeL3
 Sex Murid Dan Kepala Sekolah

Sex Murid Dan Kepala Sekolah | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Pengalaman Sex dari seorang Guru Olahraga yang bersetubuh dengan kepala sekolah dan beberapa muridnya yang cantik dan sedikit liar. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Klik Juga : Foto Hot Cewek Bikini


Hey para maniak cerita sex bergambar, sebut saja namaku Rendy, umurku sekarang 28 tahun, tinggi badan 175 cm, dan berat badan 75 kg. Aku adalah seorang lelaki yang sudah beristri, dan bekerja sebagai sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa atau yang sring sisebut Pak guru.Aku bekerja disalah satu sekolah swasta Elit di Semarang. karakterku bisa dibilang orang yang cuke dan pendiam.

Kalau kata rekan-rekan guru dan para muridku aku terbilang guru laki-laki yang bisa dikatakan cukup ganteng dan bertubuh proposional. Maka dari itu tak jarang rekan-rekan guru wanita dan para siswi menggodaku, namun selama itu aku sikapi dengan santai dan cuek. Dalam pernikahanku yang sudah aku jalani selama 3 tahun ini, aku termasuk seorang suami yang tergolong dalam kategori suami yang setia.

Namun sampai pada suatu hari kesetiaanku ini di uji dengan bergantinya kepala sekolah di sekolahan tempatku mnegajar. Sungguh hidupku dan rumah tanggaku berubah 360 derajat, kacau sekali intinya. Pergantian kepala sekolahpun terjadi, perlu para pembaca ketahui, kepala sekolah yang baru ini adalah mantan pacarku semasa aku masih kuliah dulu. Tidak kusangka kami bisa bertemu kembali namun dengan keadaan yang telah berbeda.

Keadaan yang berbeda itu adalah keadaan kami kini sudah tidak lajang lagi, kami sama-sama sudah berkeluarga. Namun walaupun kami sudah berkeluarga, dalam hati kami sama-sama masih berharap untuk saling memiliki lagi. Rasa itu sebenarnya besar seklai,  namun saat itu aku masih memilih untuk setia kepada istriku dan menutup hati pada mantanku Linda yang sekaligus kepala sekolahku.

Sampai suatu hari, ada gosip yang tersebar disekolahanku, entah siapa yang menyebarkan gosip kalau Linda adalah mantan pacarku saat aku kuliah, iya sih memang benar tapikan itu masa lalu. Aku tidak menyangka ada orang yang menyebarkan gosip kalau kami berselingkuh, memang aku akui kai akrab dan sering bersama, namun hali itukan tidak berarti kalau kami selingkuh. Yang jelas aku sering bersama Linda karena perihal tugas, tidak lebih.

Jujur saja, sebenarnya aku keberatan sekali jika setiap ada undangan dinas Linda selalu meminta aku untuk mendampinginya, namun karena dia atasanku aku-pun tidak bisa menolak apalagi jam mengajar pagi hari saja. Waktu demi waktu pada akhirnya gosip itu-pun sampai ditelinga istriku, segala alasan tidak mampu meredakan api cemburu dan amarahnya hingga berujung pada pisah ranjang.

Itu satu-satunya jalan karena aku tidak mau menceraikanya dan berharap rasa rindu dan cinta akan kembali berbunga seiring dengan perpisahan jarak dan waktu. Tapi apa dikata, kesendirian dan kesepian membuatku berubah, ada yang berbisik di hatiku. Daripada tidak melakukan tetapi dihukum, mending melakukan saja toh kamu sudah menjalani hukuman ini?! Aku terbujuk dan aku terjerat.
Saat menghadiri rapat yayasan di sebuah hotel di Yogyakarta, aku dan Linda lagi-lagi yang kebagian jatah mewakili sekolah. Acaranya begitu padat karena rencananya mendadak berubah, rapat dipercepat sehingga otomatis membuat segalanya jadi menumpuk. Aku dan Linda memang sekamar tetapi rasa lelah menutup nafsu kami.

Tetapi tidak demikian pada hari ketiga, rencana rapat 3 hari dan berubah menjadi 2 hari membuat kami mempunyai sisa waktu 1 hari. 1hari bebas mengajar disekolah dan 1hari mendapat kamar hotel gratis. Linda sempat mengajak balik saja, tetapi aku memohon padanya untuk tetap tinggal sebagai waktu untuk aku refreshing. Linda yang perhatian dan mengerti aku langsung mengiyakan bahkan mau menemaniku.

Pagi-pagi kami menuju pantai parangtritis untuk melihat matahari terbit dan berharap deburan ombak mampu melarung beban yang ada di kepalaku. Entah siapa yang memulai, tanpa sadar kami bergandeng tangan dan berlari berkejaran bermain ombak. Aku mengejarnya dan menangkapnya dari belakang, ternyata dekapanku memeluk erat tubuhnya tepatnya memeluk kedua toketnya yang hanya terbungkus kaos tipis basah berwarna putih dan bikini Pink.
Kami terjatuh dan berguling diatas pasir dengan derai debur ombak yang mengguyur tubuh kami.

Mata kami saling memandang, ada rasa yang kembali berbunga diantara kami dan sebagai pria aku mengambil inisiatif untuk mengutarakan isi hati terlebih dahulu. Dan ternyata hati kami merasakan hal yang sama, Linda menjawab tanya dihatiku dengan sebuah kecupan hangat di pipi kiriku. Aku menyambutnya dengan pelukan dan bisikan memanja.
Kami berbincang tentang masa lalu saat masih berpacaran dan berniat mengulanginya. Bahkan dengan mengejutkan Linda sudah siap jika harus diceraikan suaminya dan memilih aku.
Pantai semakin rama oleh para wisatawan, demi keamanan aku mengajak Linda untuk kembali menuju hotel. Tetapi mendadak Linda menginginkan untuk mandi spa, aku menurut saja dan tidak buru-buru kembali ke kamar.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Bikini


Kebetulan tempat spa-nya berada di hotel tempat kami menginap jadi lebih menyingkat waktu. Dengan alasan sedang berbulan madu, tanpa sepengetahuan Linda aku memesan private room sehingga hanya akan ada aku dan Linda saja. Show Time! Awalnya kami bersikap seperti apa layaknya bermandi spa, dengan tetap memakai pakaian (tipis) kami duduk bersebelahan dan kembali menyemai romansa masa lalu yang sempat terberai.

Kami semakin dekat, semakin hangat dan lagi-lagi kami terbuai oleh cinta. Kami berpelukan dengan bibir saling berpagutan, tangan saling meraba dan mengelus menjelajahi lekuk tubuh mencari bagian yang paling nikmat. Karena sama-sama sudah berkeluarga, maka otomatis kami mengerti kemana arah percumbuan ini.
Aku mengangkat tubuhnya agar duduk dipangkuanku, kami tetap berciuman dan mulai saling mengelus daerah kemaluan. Linda tampak sedikit terkejut dengan penis-ku yang walau berukuran dimensi seperti pada umumnya pria indonesia tetapi penis-ku cukup panjang 18 cm melengkung menerobos celana dalam dan celana boxer-ku. Apalagi saat pacaran dulu, Linda belum sempat mencicipi bagaimana nikmatnya Penisku,
“ Wah… punya kamu panjang banget ya Ren ”, Puji Linda.
“ Iya nih Lin, kalau dimasukin semakin dalam pasti akan semakin nikmat ”, Ujarku nakal.
Pelan-pelan tanganya mengelus Penis-ku dan melepaskan kain yang mengekangnya. Sementara tanganku langsung menyusup celah pahanya dan merasakan gundukan tembemnya. Rasa dag-dig-dug terasa memenuhi dadaku, seakan ini sebuah pengalaman pertama dan masih berpacaran. Tangan kiriku meraih tali bikininya dan menariknya hingga membuat kedua toketnya bebas menggantung di dadanya. Aku langsung melumat putingnya yang tepat di depan hidungku, aku remas toket kirinya dengan tangan kiriku sementara tangan kananku memijit dan memainkan Vagina-nya,
“ Eghhh… Sssss… Ahhhh… huhhhh… Oughhh… ”, desah kami bersamaan.

Saat itu tanpa komando, tanpa sadar kami mendesah bergantian dan melepaskan semua kain yang menempel ditubuh kami. Aku sempat meminta Linda untuk mengoral penis-ku, tetapi dengan alasan jijik dia menolak mengulum dan dicium Vagina-nya. terpaksa aku menggunakan madu (untuk terapi) untuk melumuri dan melicinkan Penis-ku. Linda keluar dari kolam spa dan menghampiriku dengan lidah menjulur menggodaku.
Langsung saja aku mendorongnya ke dinding dan membuka kedua pahanya lebar-lebar. Pelan-pelan aku arahkan palkon dan menekan-nekan ke bibir vaginanya, sangat geli dan nikmat melebihi saat mengeksekusi istriku. dengan bantuan madu, Penis-ku menelusup mulus menyusuri dinding vaginanya. Licin dan sedikit lengket, menarik sedikit kulit dan memberikan nikmat yang teramat sangat,
“ Aghhhh… .Eummmm… Ssssssss… enak Ren.. Aghhh…”,  racau Linda.

Kemudian aku-pun mempercepat goyanganku, maju-mundur teratur sambil meremas dan memilin-milin putingnya. Masih cukup seegar dan merah, mungkin karena putih kulitnya sehingga tetap menawan walau sudah 3 tahun di kenyot suaminya. Penis-ku yang panjang membuatku leluasa bergoyang tanpa takut terganjal oleh pantat semoknya.

Karena kurang nyaman dan berbatas waktu, kami mempercepat permainan ini tanpa mengatur tempo.Yang benar saja para pembaca, aku yang terbilang sudah mengenal sex dalam kurun waktu 15 menit air maniku sudah menyembur membanjiri liang senggama Linda,
“ Crottttt… Crottttt… Crottttt… Aghhhh… ”,
“ Oughhhh… Sssss…..Sayangg… basaaaaah aku nih… Aghhhh… ”, ucap manjanya.

“ Hehehe… basah tapi nikmat kan sayang… ” Ujarku ssembari menggendong dia masuk ke kolam spa.
Sangat berbeda dan sejak saat itu aku menjadi mengerti mengaapa banyak orang berselingkuh, obsesi dan hasrat yang berbahaya (takut ketahuan) akan meFitkatkan sensasi sex itu sendiri. Selesai mandi kamu melanjutkan perselingkuhan itu dikamar dan hingga berganti hari kami tidak keluar kamar sampai saat check-out tiba. Kami berbulan madu dengan sangat memuaskan dan menjadikan itu sebagai tonggak baru pondasi cinta kami.

Sebulan berlalu dan aku mengabulkan permintaan cerai istriku dulu tetapi istriku malah mengurungkan niatnya itu dan ikut balik kerumahku dengan syarat dia melupakan gosip itu (menjadi nyata) dan mempercayai kesetiaanku. Kembali aku dilanda dilema setia, tetapi aku sudah terlanjur menikmati hobi baru memacu hasrat dan nafsu! Entahlah… biarlah mengalir sesuai jalan kehidupan.
Aku tergila-gila pada sebuah sensasi bahkan aku sudah sempat memikirkan sesuatu yang mesum saat melihat murid putri memakai pakaian olahraga yang basah oleh keringat. Aku menjadi hypersex dan itu juga diungkapkan oleh istriku yang kewalahan melayani nafsuku yang menggebu. Pada akhir tahun ajaran, aku memperketat penilaianku terhadap siswi kelas 3 yang akan menghadapai  kelulusan, terutama siswi yang tergolong manja dan sering membolos.

Dalam 4 hari ujian praktek olahraga aku memilih dan memilah siswi yang aku anggap cantik. Dengan alasan yang aku buat-buat tetapi logis aku mengajukan praktek susulan untuk mereka kepada kepala sekolah. Linda sempat menolak usulanku, tetapi dengan kegigihan dan rayuanku dia menyetujuinya. Risya, Lita, Astrina dan Fitri adalah 4 sekawan yang membentuk sebuah Gang, mereka kompak dan sering membolos jam olahraga.

Aku memanggil mereka melalui Bu Rini, guru BP yang sering diledek mereka dengan sebutan perawan tua karena sudah 30 tahun tetapi belum menikah. Aku menyusun jam Praktek susulan pada siang hari, yakni jam 13:30 WIB dengan alasan sekalian untuk menghukum mereka karena dari cerita teman-temanya mereka berempat naik angkutan saat ujian berlari 3 km. Tampak wajah jahil dan badung mereka tidak lagi tampak pada siang itu.

Karena tidak terbiasa dengan olahraga mereka-pun saat itu mengeluh panas dan memelas untuk meringankan ujian prakteknya. Dengan tegas aku jawab tidak!! Aku mengikuti mereka berlari dari belakang, dengan mengendarai motor tentunya. Baru setengah jalan mereka sudah lelah dan terengah bahkan sempat berkata menyerah tetapi aku tidak menggubrisnya. Fisik mereka lemah dan menjadi pembenar bahwa mereka anak mama yang manja dan pamer harta.

Ketika itu kira-kira 2 jam lebih mereka baru sampai garis akhir, sangat mengherankan. Tanpa membuang waktu aku langsung melanjutkan penilaianku untuk basket, voley dan aku tutup dengan push-up dan site-up!! Hari semakin gelap saat mereka selesai melakukan ujian praktek dan tanpa ampun aku mengumumkan penilaianku bahwa nilai mereka malah jauh dibawah nilai yang aku buat kemarin dan memintanya untuk mengulanginya kembali esok pagi.

Mendengar itu Astrina langsung pingsan dilapangan dan keadaan menjadi panik begitu juga denganku tetapi aku bersikap tenang. Aku papah tubuh Astrina menuju ruang UKS dan membaringkanya di tempat tidur. Risya mengoleskan alkohol di hidungnya dan membuatnya terbangun. Serentak mereka memohon untuk diluluskan, dengan menawarkan uang, laptop, handphone dan lainya tetapi aku tetap menjawab tidak.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Bikini


 Mereka semakin kalut, tajut dimarahi ortu dan malu pada teman-temanya. Dengan agak ragu, aku mengutarakan syarat agar mendapat nilai bagus. Mereka serentak menjawab iya, padahal aku belum mengutarakan syarat yang akan aku berikan,
“ Oke, sekrang aku kasih tahu syaratnya, kalian kalau mau lulus kalian harus mengganti waktu nikmatku !!! ”, Ucapku.

“ Waktu nikmat apa maksudnya pak ??? ”,  tanya Lita dengan polosnya.
“ Hemmm… arti kata dari waktu nikmaku adalah, karena aku sibuk dengan memeberikan ujia praktek kalian, jadi waktu becintaku dengan istriku terganggu kalian, jadi kalian harus mau bercinta denganku agar kalian lulus !!! ”, Ucapku tegas pada mereka ber-4.

Sesaat mereka-pun terdiam tanpa kata, apalagi Risya dan Astrina yang sangat keberatan karena masih perawan. Sementara Lita dan Fitri sudah sering bersetubuh dengan pacarnya. Aku meminta mereka memikirkanya dulu dan menujarnya besok pagi. Aku pulang dengan penuh kemenangan dan menanti esok hari dengan hati yang berseri.

Hari yang indah itu datang bersamaan dengan datangnya SMS dari Lita yang menyatakan mereka mau menerima persyaratanku.

Risya dan Lita di pagi hari serta Fitri dan Astrina di sore hari, aku membagi mereka menjadi dua eksekusi dan masing-masing dengan satu perawan. Aku langsung menyuruh Risya dan Lita menuju hotel yang sudah aku booking. Begitu masuk kamar, mereka langsung gugup. Saat itu mereka gugup karena melihatku hanya memakai handuk dan memasang aksi siap bertempur diatas kasur.

Aku langsung menyuruh mereka melepaskan semua seragam sekolahnya dan menyisakan CD dan BHnya saja. Risya tampak takut dan malu walau akhirnya membugili tubuhnya, berbeda dengan Lita yang sepertinya terbiasa bersetubuh. Sebagai gambaran, Risya cukup manis, berkulit kuFit langsat dan kutilang darat. Sedangkan Lita kebalikanya, dia putih, cantik dan berbody semok dengan tinggi 165cm bahkan dadanya jumbo untuk ukuran anak SMA sekitar 34 B.

Risya disebelah kiriku dan Lita disebelah kananku aku peluk dengan perasaan seperti raja yang diapit permaisuri dan selirnya. Aku ciumi bibir Risya dan langsung aku remas buah dada-nya yang imut, sementara Lita aku suruh memainkan bagian bawah tubuhku. Dengan sigap Lita membungkuk dan membuka handukku dengan mulutnya, menjilati penis-ku seperti sebuah lolipop sambil mengocoknya.
Aku terkejut denga keterampilanya dalam memainkan penis, mungkin sudah biasa pikirku. Sementara Risya mulai terbawa arus dan membalas ciumanku dengan hisapan dan belaian diperutku. Tangan kiriku inten meremas dan memainkan buah dada Risya sementara tangan kiriku mengelus dan menggesek belahan pantat Lita yang masih terbungkus celana dalam,

“ Eummm… Ssss… Aghhhhh… Pak… Oughhh… ”, desah Lita.
“ Ris, biasa saja seperti Lita tuh lahap banget, anggap saja aku pacarmu ”, ucapku mengarahkan Risya.

“ Iya Pak, tapi sambil menutup mata ya Pak ??? tanya Risya.
“ Yaudah terserah kamu aja deh Ris… ”, ujarku
Saat itu Risya-pun mengambil dasinya dan menutup matanya. Tidak kusangka kini Risya-pun dengan liarnya mulai menciumku bahkan tidak sungkan menjilati seluruh leher dan dadaku sambil menungging. Kini kedua tanganku sibuk mengelus dua Vagina para gadis ini, tangan kiriku mengelus Vagina Risya dan tanagn kanan-ku  mengelus Vagina Lita. Kemudian aku-pun menarik dan melepasakan celana dalam mereka.
Sehingga kini nampak  sebuah 2 gundukan Vagina yang lembut dan ditumbuhi rambut keriting khas wanita. Saat itu aku melihat dua-dua-nya sama indahnya, mana yang akan aku eksekusi duluan? Aku memilih Risya untuk menjadi yang pertama serta Lita menjadi pembimbingnya sambil memberikan rangsangan tentunya. Kemudian dngan perlahan Risya-pun mengambil posisi WOT (wwomen on top) dengan meraba karena matanya masih tertutup.

Lalu sementara Lita mengarahkan Penisku ke dalam vagina Risya dan memasukkanya pelan-pelan,
“ Oughhhhhh…. Ssssssss…. Sakit Pak… ” jerit Risya merasakan sakit.
Mnedengar jeritan Risya kemudian Lita-pun menutup mulut Risya dengan menyumpal memakai celana dalamnya. Kini Penis-ku langsung merobek selaput dara Lita, sementara Lita memegangi pinggang Risya dan menggerakkanya maju mundur. Risya hanya bisa bergumam dan merintih menahan perih tetapi tidak jelas terdengar. Gilak, benar-benar nikmat sekali Vagina perawan ini, rasanya seperti diremas remas Penisku.

Setelah beberapa saat bergoyang dan semakin becek, Lita-pun melepaskan celana dalamnya dari mulut Risya hingga terdengarlah suara,

“ Oughhh… Aghhh… Ssssss… Aghhhh… ”, desah Risya terdengar sangat nikmat dan merdu.

Nampaknya saat itu Lita sepertinya terangsang hebat, mendadak dia mengambil bantal yang mengganjal kepalaku dan mendadak duduk berjongkok diatas wajahku. Kurang ajar nih murid, masa wajah gurunya di kasih pantat, sunguh Improvisasi yang sanagt hebat. Saat itu aku tahu apa maksudnya. Kemudian aku-pun langsung menjulurkan lidah dan menjilati Vagina-nya dengan lahap, dan Sementara Lita dan Risya berciuman dan saling meremas memainkan puting.
Dalam hati aku berkata, ini namanya pemaksaan yang berakhir dengan kenikmatan dan kerelaan nih, hha. Lanjut,

Mereka berdua-pun mendesah bersahutan, dan saat itu Vagina Risya mendadak menyemburkan lendir kawinnya serta menyerahkan tahta penis-ku kepada Lita. Seperti tidak sabar, Lita langsung menggoyang penis-ku dengan cepat, dalam dan ada kedutan seperti mengenyot dari dinding Vagina-nya.

Aku mendesah dan karena sudah bernafsu, mulai tanpa malu melumat bibirku dengan ganasnya sambil mengarahkan tanganku agar menyentuh Vagina-nya. Nampak di mataku saat itu darah segar perawa Risya masih menetes dan melekat di jariku, kmeudian Risya,
“ Pak, aku sudah mengorbankan perawanku, maka nilaiku harus 9 ya Pak !!! ”, ucapnyapadaku.
“ Siap deh Ris, pokoknya beres, Emuaaachhh… ”, ujarku kemudian aku melumat bibirnya.

“ Dasar bapak ini,  kalau dari awal cuma minta dikelonin, bapak nggak usah pakai nyiksa kita-kita buwat pana-panasan segaka Pak ? ”, oceh Lita.
“ Udah nggak usah banyak omomg, udah buruan goyangin bapak aja !!! ”, ucapku.

Kemudian saat itu kami-pun terus bergulat nikmat, dengan berbagai posisi sex hingga akhirnya aku tidak kuat menahan badai klimaks di sekujur tubuhku. Dengan cepat Lita melepaskan penis-ku dari cengkeraman Vagina-nya dan menarik wajah Risya untuk melumat penis-ku hingga menthok di tenggorokan serta menahannya agar tidak bergerak,
“ Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt… ”,
Pada akhirnya seluruh air maniku tertumpah dalam mulut Risya, bahkan saking begitu banyaknya pejuhku, Riysa-pun sampai tersedak. Risya yang tak sempat berpikir dan tidak tahu tampak marah tetapi Lita menanggapinya dengan gurauan saja. Aku tertawa saja melihat tingkah konyol mereka,

“ Ris, kini kamukan udah merasakan air maniku, berarti kamu nggak akan bisa melupakan bapak dong Ris, hhaaa… ”, ucapku girang.
“ Ya iyalah, nggak mungkin aku bisa lupa sama bapak, bapak-kan udah merenggut keperawanaku dan lagi bapak mengambil keperawananku dengan paksaan,  Huhh ”, ujarnya sedikit kesal nampaknya.
Karena hubungan sex ini, akupun jadi teringan dengan kata-kata seorang filosofi yang mengatakan “ Sex membuat pelakunya menjadi rilex dan dekat ” ternyata pernyataan itu benar! Kami akhirnya kembali berpelukan, saling bercerita terutama saat praktek kemarin sambil menunggu Astrina dan Fitri mengaplaus mereka. Dalam perbincangan itu, terbersit sebuah fakta bahwa mereka sebenarnya mau dan senang banget melayaniku.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Bikini


 Karena saat itu mereka ber-4 sempat bertaruh siapa yang dapat menaklukkan hatiku, tetapi jika harus bersetubuh bersama, mereka risih dan malu walau mereka sudah terbiasa mandi bersama,
“ Enakan juga sendirian Pak, kan kita bisa bebas mengekspresikan diri dengan gaya sex apapun ”,  ucap Lita.
“ Bener juga tuh Pak kata Lita,hahaha ”,  ucap Risya menambahkan.
Rupanya kekesalan tadi hanya sandiwara saja, mendengar perktaan Risya aku yaki dia tidak menyesal memberikan keperawananya padaku. Lalu,

“ Yaudah kalian kasih kabar ke Fitri yah biar dia datang sendirian dan bebas berexpresi seperti kata kalian ”, ujarku pada mereka.
“ Ah bapak nggak adil banget sih, masak kita barengan mereka sendiri-sendiri ”,  ucap Lita protes padaku.
“ Udah kalian jangan iri, kapan-kita kita sambug lagi ”, ujarku dengan percaya dirinya.

Saaat itu hatiku berbunga-bunga disanjung oleh 2 ABG yang cantik dan hot ini, bahkan aku menjadi tahu bahwa disekolah itu aku menjadi guru favorit untuk para siswi dan cemburu buta kepada kepala sekolah (Linda) karena gosip itu. Karena Fitri hampir datang, mereka berpamitan untuk pulang dan tanpa sungkan meminta uang transport kepadaku.

Dasar ABG jaman sekarang, ucapku dalam hati. Tidak lama setelah Lita dan Riya pergi terdengar ada ketukan pintu,
“ Thok… thok… thok… ”,  suara ketukan.

Saat itu aku bergegas membuka pintu kamar dan mendapati sesosok ABG berseragam putih abu-abu dengan memakai helm putih. Yah dia adalah Fitri, asli sunda dan bertubuh sangat sempurna melebihi usianya. Berkulit putih, berwajah cantik khas wanita Sunda, tinggi 168 cm dan berbody  sangat yahud. Maklum Fitri suka dance dan mahir tari jaipong yang otomatis membentuk tubuhnya menjadi singset dengan pantat yang sintal dan nungging.

Tanpa Malu dia masuk dan sama sekali tidak terkejut dengan keadaanku yang hanya memakai celana dalam saja. Ternyata fitri adalah gadis bispak dan itu dia lakukan untuk membiayai sekolahnya karena disini dia ikut pamannya dan tidak pernah dikirimi uang oleh ortunya. Lalu,
“ Hemmm… kini aku harus memanggil bapak, Om atau Mas nih ??? ”, Tanya Fitri membuka obrolan.

“ Mas aja deh biar kelihatan masih muda Fit ”, ujarku.
“ Oh iya aku mandi dulu ya Mas biar wangi n hot, hhe… ”,  ucapnya sembari melepaskan seragam SMA-nya.

Wow… indahnya tubuh Fitri, kulitnya mulus , buah dada-nya membulat sempurna dan Ouhhhh belaahan pantatnya seperti buah apel super para pembaca. Saat itu bahkan aku sampai menelan ludah mengagumi keseksianya, penis-ku mengeras dan nafasku memburu ingin segera menikmati tubuhnya. Fitri masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan semprotan shower tanpa menutup pintu.

Layaknya sebuah pertunjukan striptease, Fitri melenggak-lenggok menari sambil memainkan shower  dengan hot-nya. Aku sudah tidak tahan dan langsung membuang handuk serta celan dalam yang sebenarnya baru aku kenakan saat membuka pintu. Aku menghampirinya dan langsung memeluk tubuh basahnya,
“ Hahaha… kamu udah nggak kuat ya Mas ? ”, ucap-nya manja dan centil.

“Kamu nakal banget ya Fit ternyata, sampai-samapai aku nggak tahan ngelihatin kamu ”, ucapku sembari meraba tubuhnya yang sexy sekali itu,

“ hahaha, kemarin Mas ngerjain aku lari sampai lemes, sekarang Mas aku kerjain gantian, hha… Weeek… ”, ujarnya.
“ Ohhh gitu ya, rupanya kamu ingin membalas ya, hha… oke deh… ? Ucapku sambil mencubit putingnya yang mengacung.
Saat itu kami langsung berpelukan erat dan beradu bibir dengan hot sambil meraba menjelajahi tubuh halusnya, sangat nikmat dan busa sabun cair membuat suasana semakin mesra. Membuat elusanku semakin lembut, licin dan nyaman. Pantatnya menggeliat menggelitik penis-ku membalas perlaakuanku yang terus-terusan meremas dan memainkan buah dada bulatnya.

Gilakkk, bisa-bisa aku tidak kuat jika harus terus bercumbu dengan Fitri yang hot ini. Apalagi staminaku sudah terkuras oleh Lita dan Risya. Buru-buru aku menggendong tubuhnya dan melemparnya keatas kasur serta langsung menindihnya,
“ Aghhh… Mas jorok ah, Fitri kan masih penuh busa sabun?? ”,  ucapnya protes padaku.
“ Udah biarin aja sih Fit, ntarkan juga dibersihkan sama orang hotel ”,  ujarku.

Saat itu aku melumat habis kedua buah dada-nya, meremas dan terus memilin putingnya yang merah mengacung. Fitri terus melenguh dan memejamkan mata menikmati setiap detik cumbuanku. Kebawah aku terus mencium dan menjilat lembut kulitnya, menyusuri perut hingga ke selangkanganya. Jembutnya begitu lembut, tidak terlalu keriting bahkan hampir lurus…  aku tergoda sekali dan melahapnya.
Aku cium bibir vaginanya sambil menggigit mesra dengan bibirku,
“ Oughhhhhh…. Sssssssssshhh… ”, desah Fitri sembari menjambak rambutku lirih.

“ Ssss… geli Mas, jangan begitu aku malu Mas, Aghhh… ”, sambungnya.
“ Tapi enak kan Fit, hhe… !!! ”, ujarku sambil sengaja menggigitnya agak kuat dan memasukkan ujung jari telunjukku kedalam Vagina-nya.
“ Ouhhhh… agh… Agh… Aaaghhhhh… ”,  dsahnya sembari membelai rambutku.

Kurasakan saaat itu tidak ada rasa amis atau-pun asin di Vaginanya, sangat bersih dan terawat semakin terasa lezat dan memikat. Aku mulai memaju mundurkan jariku, mengocoknya dan menggelitik ruang di Vaginanya dengan memutar-mutar jariku.

“ Oughhhhh… Mas, buruan masukin aja kontol kamu ”, pintanya.
“ Sabar dulu ya Fitri sayang, bentar lagi yah… ”, ujarku.
Saat itu aku-pun mempercepat kocokanku dan semakin dalam, terus hingga jariku tidak tersisa. Mendadak gerakan tubuhnya menjadi liar dan binal, pantatnya naik turun dengan kepala mendongak keatas serta kaki menendang-nendang tubuhku. Aku tetap mengocoknya, terus dan teruuuuuuuuuuuuuuuss hingga muncratlah lendir kawinnya ke bibirku. Fitri-pun bergumam dan terengah dengan tubuh yang semakin basah, basah oleh air dan bercampur dengan keringat.

Tak ingin kehilangan momen, aku langsung membuka paahanya lebar-lebar, mengganjal pantatnya dengan bantal kemudian langsung menyerangnya dengan penis-ku,
“ Blesssssssssssssss…. ”,

Pada akhirnya  penis-ku melengkung memasuki Vagina-nya, menandakan Vagina-nya masih sempit dan butuh dorongan ekstra untuk menerobosnya. Dengan cara maju-mundur berulang kali dan semakin cepat. Kedua buah dada kenyalnya berayun naik turun dengan indahnya, menggoda aku untuk meremasnya. Aku kunci posisi pahanya dengan kakiku dan aku arahkan kedua tanganku untuk menjamah dan memerah susunya.

Kemudian aku-pun meremas kuate-kuat buah dada-nya, dan sekalian untuk berbegangan ketika aku menggenjot Vaginanya,
“ Oughhh… yeahhhh…. enak banget kontol kamu Mas ”, ucapnya memujiku.
“ Aghhh… Ssssss…. aku mau kok sering-sering memuaskan kamu Fit… Sssss… ”, ucapku merayu sembari terus menyodok Vagina Fitri.
“ Sssss… Oughhhh… kenapa gak dari dulu Mas kamu ML sama aku, aku-kan bentar lagi lulus ”, ujarnya.

“ Enakan kalau kamu udah luluslah Fgit, jadi kita bisa bebas mau ngapain aja, Oughhh… ”, ujarku.

Saat itu aku menggenjot semakin keras, mendorong maju hingga membuat pantatnya terangkat dan melengkung dibagian perut. Aku merasakan rongga Vagina Fitri lebih dalam daripada Vagina-nya Risya dan Lita. Vagina Fitri sangat nikmat, seluruh penis-ku tertelan hingga tanpa sisa sedikitpun. Beberapa menit dalam persetubuhan kami, kurasakan Vagina Fitri menyemburkan lendir kawinya yang  hangat.
Hal itu membuat Vagina-nya terasa semakin licin dan nikmat sekali. Setelah dia mendapatkan orgasme pertamanya, diapun meminta untuk berganti Posisi,

“ Masss, aku mau diatas dong ”,  pinta Fitri merengek.
“ Bentar lagi yah Fit ”,  ujarku menahan keinginanya sebentar.
Aku benamkan semakin dalam, terus naik-turun dan,batang kejantanku berdenyut kencang seakan mau menyemprotkan air mani. Buru-buru aku kembali mengatur tempo seranganku, sejenak berhenti dengan alasan memberinya kesempatan berposisi WOT,
“ Hemmm… Alasan… ”, ucap Fitri nampaknya tahu kalau aku tadi akan orgasme.

Kemudian Fitri-pun mulai menelan penis-ku dengan Vagina-nya. dengan tangan bertumpu di dadaku, Fitri langsung menggoyangkan pantatnya dengan cepat. Memutar ke kiri dengan cepat, seperti goyangan ngebor Inul,  sangat ahli memutar pantat, pujiku dalam hati. Jujur aku belum pernah merasakan goyangan ngebor yang secepat goyanganya.
Aku sangat terangsang, merasa geli sekali dan cenut-ceut di palkonku. Spontan aku memencet putingnya dan menariknya,
“ Aghhhh… Aowwww….Aduh,  sakit Mas… hhu… ”, racaunya.
“ Maafin  aku ya Fit, maaf aku nggak sengaja ”, Ujarku.
Fitri tahu bahwa aku tidak tahan diperlakukan demikian, setelah mengatur posisi Fitri kembali bergoyang cepat tetapi dengan gerakan naik-turun,

“ Oughhh… Ughhhh… Sssss… ”, desahnya penuh birahi,
Kini kami kembali bersetubuh dengan goyangan yang berimbang, tdan kosntan. Kira-kira sekitar 10 menit kemudian, batang penis-ku kembali berkedut kencang dan rasanya aku tidak kuasa untuk menahan nikmat yang luar biasa ini,
“ Oughhhh… Croottt… Croottt… Croottt… Croottt… Aghhhhh… ”,
“ Lincah sekali goyanganmu Fit, sungguh luar biasa sensasinya ”, Pujiku kepada Fitri.

“ Eummm… keluar didalem kog nggak ngomong-ngomong sih Pak ntar kalau aku hamil gimana ”, Ujarnya.
“ Maaf ya Fit habisnya aku nggak kuat nahan tadi… hehe…  ”, ujarku.
“  Hemmm… yah Bapak berdoa aja biar aku nggak hamil… weeeekkk… ”, ucapnya genit sembari mencubit pipiku.

Tubuh Fitri ambruk menindihku, nafasnya terengah dengan detak jantung yang berdetak kencang. Kami berbincang mesra sambil saling berpelukan. Mendadak Fitri terperanjat begitu melihat jam sudah menunjukkan angka 16:20 Wib. Buru-buru dia mencuci muka, memakai seragamnya dan berpamitan pulang karena tidak mau dimarahi ibunya yang cerewet. Aku tidak sempat mengucapkan terima kasih atau apalah.
Malam itu Astrina tidak datang menemuiku di hotel, membuatku menunggu dan semalaman tanpa kegiatan. Aku tidak tahu mengapa, tetapi aku sangat kecewa dan geregetan. Di sekolah diapun tidak ada, saat aku tanya pada Risya dan yang lainya mereka kompak menjawab tidak tahu. Sialan aku dikerjain sama Astrina. Gumamku dalam hati!! Disiang harinya, saat hampir semua guru dan murid sudah pulang tiba-tiba Astrina menghampiriku di ruang guru.

Dia memintaa maaf karena semalam tidak bisa datang dan baru bisa menemuiku siang ini karena mendadak harus kerumah neneknya yang sedang sakit keras. Dan dia memohon untuk memberikan nilainya dulu serta berjanji akan menggantinya dilain waktu. Karena tidak tega aku mengiyakan saja karena kebetulan staminaku sedang loyo kecapean menunggu. Pengalamanku ini hanya sebuah awal yang membuat kehidupanku berubah total, terutama dalam bidang
sex dan wanita. Selesai.

Selasa, 17 Januari 2017

Wina Pramugari Penuh Gairah | Idaman Poker | Agen Poker Online Terpercaya

Wina Pramugari Penuh Gairah | Idaman Poker | Agen Poker Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Wina Pramugari Penuh Gairah

Wina Pramugari Penuh Gairah | Idaman Poker | Agen Poker Online Terpercaya


pengalaman Sex dari seorang Pria bernama Edi (nama samaran) dengan seorang Pramugari. Kisah ini berawal dari perkenalan Edi dan Wina di pesawat, yang kebetulan mereka berdua satu bangku. Singkat cerita pada saat itu merakpun menjadi akrab, dan terjadilah hubungan sex antara Wina dan Edi di salah satu hotel berbintang. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.



Klik Juga : Foto Hot Cewek Bugil


Sebut saja nama saya Edi, aku akan menceritakan cerita sex-ku dengan seorang pramugari. Kisah ini berawal dari perkenalanku dengan Wina (nama samaran), dia adalah seorang pramugari di suatu perusahaan penerbangan nasional. Kejadian ini terjadi saat aku dalam perjalanan panjang dari Jakarta menuju Jayapura. Saat itu tengah malam, aku berusaha keras untuk sekedar memejamkan mata, beristirahat sejenak menghilangkan kantuk agar bisa melaksanakan tugas kantorku sesampainya di kota tujuan. Kursi empuk berlapis kulit di kelas bisnis tidak mampu memberikan kenyamanan yang kubutuhkan.


Walau bagaimanapun, kursi itu dirancang sebagai tempat duduk, bukan tempat untuk berbaring dan tidur. Baru akan terlelap, ketika kurasakan guncangan lembut di kursiku. Seseorang duduk menghempaskan dirinya ke kursi kosong di sebelahku. Dengan agak kesal, kubuka mataku dan berniat untuk menegurnya. Pandanganku terpaku pada sesosok wajah cantik menarik, dengan matanya yang walaupun terlihat mengantuk, tetap bening dan indah. Seulas senyum terlihat di bibir mungil yang merah, yang kemudian berkata perlahan,

“ Maafkan saya Bapak, karena telah mengganggu tidur Bapak … “
Sambil tetap memandang dan mengagumi kecantikannya, aku berkata,

“ Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok, “
Kemudian kami bersalaman, lalu kudengar ia menyebutkan namanya, yaitu bernama Wina, Hilang sudah kantukku. Terlebih lagi setelah kutahu bahwa Wina adalah sosok wanita yang menyenangkan sebagai teman ngobrol. Ia bercerita tentang suka dukanya sebagai pramugari udara. Tangan dan jarinya yang lentik seakan menari-nari di udara, mengekspresikan ceritanya. Sesekali ia menyentuh tanganku, dan tidak sungkan untuk mencubitku bila kuganggu.

Diam-diam kupandangi dan kuperhatikan seluruh bagian tubuhnya. Tingginya kuperkirakan sekitar 167 cm, langsing dan sangat proporsional. Wina memiliki tungkai kaki yang indah sempurna. Kulitnya yang putih kontras sekali dengan seragam warna birunya. Buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi terlihat kencang menantang. Membayangkan dirinya telentang telanjang di tempat tidur, membuat Penisku bangkit, membesar dan keras. Pikiran kotorku melayang jauh.
Kebersamaan kami terganggu oleh suara Kapten Pilot yang memberitahukan bahwa pesawat akan mendarat di Biak, untuk mengisi bahan bakar dan pergantian awak kabin. Setelah bersalaman dan sedikit basa basi, Wina menghilang di balik tirai. Aku melanjutkan istirahatku, sampai kemudian dibangunkan oleh pramugari udara lain, yang menawarkan sarapan pagi.

Hari-hari selanjutnya di ibukota propinsi paling timur Indonesia itu, disibukkan oleh tugasku sebagai Petugas Sosialisasi salah satu program pemerintah. Sebagai utusan Pusat , aku sering diperlakukan seakan tamu agung, yang perlu dihibur dan dipenuhi segala kebutuhannya. Aku ditempatkan di hotel A yang merupakan hotel terbaik di kota itu. Beberapa tawaran untuk menyediakan teman tidur kutolak secara halus. Aku takut tertular penyakit.

Waktu luang di luar tugas kuhabiskan dengan berjalan kaki keliling kota. Suatu kebiasaan yang selalu kulakukan dalam setiap perjalanan, untuk lebih mengenal daerah baru. Kota Jayapura berada langsung di tepi laut berair tenang. Pada malam hari, di sepanjang tepi pantai dapat ditemui warung-warung yang menjual masakan laut, yang langsung digoreng atau dibakar di tempat. Nikmat sekali. Disanalah biasanya kuhabiskan malamku.

Di sana pula pada suatu malam, aku kembali bertemu dengan Wina yang sedang tidak bertugas, bersama dengan 2 teman seprofesi. Wina langsung menawarkan untuk bergabung, begitu melihatku datang. Sungguh menyenangkan berada di antara 3 gadis cantik, walau dapat kupastikan bahwa kantongku akan terkuras untuk mentraktir mereka semua.

Panggilan Bapak sewaktu di pesawat, berubah menjadi Mas hingga membuat malam itu semakin akrab dan hangat. Dari pembicaraan, kutahu bahwa mereka bertiga menginap di hotel yang sama denganku. Selesai makan, kami berpisah. Di luar dugaan, Wina ingin ikut denganku menikmati malam sambil berjalan kaki.
Satu permintaan yang sangat sulit ditolak.

Kamipun berjalan perlahan sambil saling bertukar cerita dan bercanda.Angin pantai membuat Wina kedinginan. Kulepas jaketku, lalu kupasangkan di bahunya. Kuberanikan diri merangkul bahunya, memberikan kehangatan tambahan pada tubuhnya yang hanya dilapisi oleh kaos tipis berwarna merah. Wina tidak menghindar atau berusaha menolak, malah balas merangkul pinggangku.

Aku heran dengan gadis-gadis jaman sekarang. Semakin mudah untuk menjadi sangat akrab, dan menganggap bahwa hubungan antara wanita dan pria adalah biasa saja. Tidak ada lagi malu-malu atau sungkan, walaupun masa perkenalan yang relatif singkat. Kami berjalan bagaikan dua kekasih yang sedang bermesraan. Tanganku tersapu oleh ujung rambutnya, dan sesekali kurasakan kepalanya menyandar di bahuku.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Bugil


Birahiku terpicu, otak kotorku berpikir keras mencari akal untuk membawanya ketempat tidur di kamar hotelku. Kelaminku mengembang keras, membuatku merasa tidak nyaman karena terjepit oleh ketatnya celana jeans yang kukenakan. Mulut kami berdua diam seribu basa, memberi kesempatan untuk menikmati sentuhan kebersamaan dalam keheningan. Langkah demi langkah membawa kami memasuki lobby hotel.
Kuajak Wina ke Coffee Shop, untuk menikmati secangkir minuman hangat sambil menikmati musik hidup. Aku memilih tempat agak di pojok, agar tidak terlalu menarik perhatian orang. Kuperhatikan sekeliling, beberapa pasangan asik berpelukan, sedangkan beberapa gadis berpenampilan seronok duduk sendirian. Inilah mungkin yang disebutkan oleh kawan-kawanku sebagai “Ayam Menado “, sebelum aku berangkat beberapa hari lalu.

Tanganku tetap memeluknya, sementara Wina menyandarkan kepalanya di dadaku. Kurasakan kakinya bergoyang perlahan mengikuti irama musik. Wangi rambutnya membuatku ingin mencium kepalanya. Tapi, apakah ia akan marah ? Apakah ia akan tersinggung ? Sejuta pertanyaan dan kekhawatiran muncul dalam pikiranku.

Sementara di sisi lain, otakku masih terus berputar mencari akal untuk membawanya ke kamarku malam ini. Jantungku berdebar keras, sementara kelaminku semakin besar dan keras. Musik dan suasana romantis tempat itu tidak lagi menarik untukku. Bagaimana dan bagaimana pertanyaan itu yang terus menerus muncul. Perlahan kucium ubun-ubun kepalanya, sambil berkata,

“ Wina, sudah malam, kita bobok yuk … “
Ia hanya mengangguk sambil berdiri. Setelah menyelesaikan pembayaran, kami berjalan menuju lift. Tanganku masih merangkul bahunya, walaupun ia tidak lagi memeluk pinggangku. Kutekan tombol angka 3, untuk menuju lantai dimana kamarku berada. Aku sengaja tidak bertanya di lantai berapa ia tinggal, dan iapun diam saja.

Wina juga tidak berusaha untuk menekan tombol lain. Dalam hati aku bertanya-tanya, jangan-jangan kamarnya satu lantai dengan kamarku.
Sambil menyender ke dinding lift, kutarik ia dan kusandarkan membelakangiku. Kupeluk ia dari belakang, sambil sesekali kucium rambut kepalanya. Jantungku berdetak semakin cepat, sementara kelaminku semakin sakit terhimpit celana jeansku yang cukup ketat.
Mudah-mudahan pantatnya yang tepat menempel ke kelaminku tidak
merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Pikiranku masih bertanya-tanya, mau…? tidak…? mau…? tidak…? sampai kemudian pintu lift terbuka. Sambil terus berada dalam pelukanku, kubimbing dia menuju kamarku.

Tidak ada perlawanan atau penolakan kurasakan. Setan yang berada dalam pikiranku menjerit senang. Malam ini akan terjadi pergumulan birahi yang panas. Dalam hati aku berniat untuk memberikan kepuasan yang tidak terbendung padanya, seperti yang biasa kuberikan dalam petualangan-petualangan asmaraku, termasuk pada istriku tercinta. Begitu pintu terkunci, sambil tetap berdiri kupeluk dan kucium bibirnya dengan lembut walaupun penuh nafsu.

Wina membalasnya dengan tidak kalah ganasnya. Lidah kami bertemu, saling berpagutan dan berkaitan. Kutelusuri geligi dan langit-langit mulutnya dengan lidahku yang cukup panjang, kasar dan hangat.
Wina merintih lirih, dan tangan kananku perlahan mengusap dan menelusuri punggungnya yang masih terbalut pakaianya. Sementara jacketku sudah lama terlempar jatuh. Dari leher, perlahan turun ke bawah, ke arah pinggang mencari ujung kaos, lalu kembali ke atas melalui sisi bagian dalam. Kurasakan kulit punggungnya sangat halus dan mulus.

“ Klik… “, Bunyi pengit terlepas oleh tanganku yang sudah sangat terlatih berhasil melepas pengait BRA-nya dengan sangat hati-hati.
Dengan kedua tangan, perlahan kutarik kaos itu ke atas sampai terlepas sama sekali. Dengan perlahan dan hati-hati, kedua tanganku segera bergerilya menelusuri kedua bahunya, pangkal lengannya, pindah ke pinggang, perut, perlahan ke atas menuju buah dadanya. Sementara itu, kedua tangannya telah berhasil membuka Polo Shirt yang kukenakan. Tanganku sudah hampir sampai ke buah dadanya, ketika tiba-tiba ia mendorongku perlahan.

“ Maaf Mas, Wina pipis dulu ya… “ katanya sambil berjalan membelakangiku menuju kamar mandi.
Kuperhatikan kulit punggungnya yang putih dan mulus, nyaris tanpa cacat. Pinggul rampingnya yang masih terbalut celana jeans, terlihat semakin indah dan merangsang. Tidak sabar rasanya untuk segera melumat tubuhnya, membawanya mengawang tinggi menuju tingkat kenikmatan yang tidak terkira. Sementara menunggu, aku tersadar bahwa aku belum membersihkan diri. Kebiasaan yang selalu kulakukan sebelum bercinta dengan wanita manapun.

Klik Juga : Foto Hot Cewek Bugil


 Aku selalu menjaga kebersihan, dan berusaha untuk menggunakan wangi-wangian beraroma lembut, yang kuyakini dapat meningkatkan gairah wanita. Dari kamar mandi terdengar gemericik air, yang menandakan Wina juga sedang membersihkan dirinya. Ternyata Wina termasuk tipe wanita yang kusukai, selalu membersihkan diri sebelum bercinta. Walau dalam keadaan birahi tinggi, aku tetap merasa terganggu dengan bebauan yang kurang sedap, dari kelamin wanita yang tidak bersih.

Kubuka dompetku, lalu kuambil karet pengaman merk terkenal yang selalu kubawa kemanapun aku pergi. Kusisipkan ke bawah bantal tempat tidur, agar mudah mengambilnya pada saat dibutuhkan nanti. Wina keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya terbalut handuk. Rupanya dia benar-benar mau dan bersedia bercinta denganku.

“ Sebentar sayang, sekarang giliranku untuk membersihkan diri… “ kataku sambil mencium keningnya lalu berjalan ke kamar mandi.
Sayup-sayup kudengar suara TV yang baru dihidupkan olehnya. Setelah menggosok gigi dan berkumur dengan larutan antiseptik, kubersihkan Penisku dan sekitarnya dengan sabun. Siraman air dingin tidak mampu mengurangi kekerasannya. Penisku tetap mengacung gagah, besar dan berurat. Wina sedang duduk di pinggir tempat tidur, saat aku keluar dari kamar mandi, juga dengan hanya terbalut handuk. Kuhampiri dirinya, ia berdiri lalu kami berciuman.

Dari mulutnya tercium aroma obat kumur antiseptik milikku, membuatku semakin terangsang. Tangannya membuka belitan handuk di pinggangku, membuat Penisku terbebas lepas, mengacung besar dan keras. Perlahan tangannya menyentuh pusarku, perutku, lalu perlahan turun ke bawah.
Wina mengusap-usap rambut Penisku yang cukup lebat, sebelum kemudian mengelus dan menggenggam lembut batang kebanggaanku itu.
Jemari tangannya yang halus, menimbulkan rasa nikmat yang amat sangat. Tanpa kusadari, akupun merintih perlahan, lalu kulepas handuk yang melilit di tubuhnya, kemudian perlahan tapi pasti kedua tanganku merambat perlahan menuju kedua bukit kembarnya yang halus dan putih.

Setelah kutelusuri inci demi inci, kuremas lembut, dan kujepit puting susunya dengan jari, lalu kupelintir sambil sesekali kutarik. Kubuka mataku, menikmati parasnya yang cantik. Matanya tertutup sementara bibirnya terbuka sedikit, sungguh seksi dan merangsang. Wina melepas ciumannya, kemudian perlahan menciumi tubuhku. Dari dagu, leher terus ke dadaku, kemudian mengulum dan menggigit perlahan puting kecil di dadaku.

Aku hanya mampu mendongak, menikmati sensasi yang tidak terkira. Dengan lidahnya yang hangat, ditelusurinya tubuhku perlahan turun ke arah perut, menciumi pusar, lalu terus turun. Tidak sabar aku membayangkan kenikmatan apa yang akan kuterima selanjutnya. Perlahan, diciumnya kepala Penisku yang memerah, kemudian dimasukkannya ke mulutnya, sampai menyentuh tenggorokannya. Bukan main nikmatnya.

“ Uuuhhhh… hhhhh… Aaahhhhhhh… hhhhh… “ desahku merintih nikmat.
Perasaan nikmat dan mendesak kuat ingin keluar, kutahan sebisanya. Aku hampir mencapai titik kenikmatan tertinggi, dan itu tidak boleh terjadi secepat ini. Harus kuhentikan !! Kupegang kepalanya, kemudian kutarik tubuhnya perlahan.

“ Sssss… ahhhhh… nikmat sekali Wina, nikmat sekali “, kataku sambil kemudian mencium bibirnya.
Lidah kami berkait dan bertaut dengan ganas, membuat nafasnya semakin memburu,
Sambil tetap berciuman, kubimbing ia menuju tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya, lalu kutindih ia dengan tubuhku. Kulepaskan ciumanku dari bibirnya. Kucium keningnya, kedua matanya, pipinya, dagunya, dan kedua telinganya bergantian. Nafasnya semakin memburu, sementara jari-jari kedua tangannya meremas rambutku.

Dengan lidah, kumulai penelusuran tubuhnya melalui leher.
Perlahan turun, menuju belahan dadanya, kemudian naik ke puncak bukit indah miliknya. Kukitari puting susunya, sebelum kukulum dan kuhisap dengan mulutku. Sementara itu, tangan kananku yang bebas meremas dan mempermainkan puting susu sebelanya. Wina meracau tidak jelas, sementara kuku jarinya mulai menghunjam kulit kepalaku,

“ Adddduuuuhhhh Mass… Aahhhhh… ouhhh…. “
Puas bermain di buah dadanya, kulanjutkan penelusuran semakin ke bawah, menuju Penisnya. Aku memposisikan tubuhku di antara kedua kakinya yang terbuka. Penisnya terlihat basah dan lembab. Bulu-bulu halus yang tidak terlalu lebat, tertata rapi dan hitam, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih mulus. Dengan jari tengah, kuusap dan kumainkan klitorisnya.

Pinggangnya terangkat, membuat tubuhnya melengkung. Perlahan, kuciumi Penisnya yang wangi, kujulurkan lidahku, lalu kumainkan klitorisnya. Aku sempat melihat kepala Wina yang terlempar ke kiri dan ke kanan menahan nikmat. Jari jemarinya semakin ganas meremas kepalaku.

“ Aauwwwww… Aaahhhhhh… yhaaaaa… yhaaa… yhaaa… aaaccchhh… hhhh… aduhhhh… terrrussss… terus !! ach… ach… ach… Aaaaaaaaahhh… “
Kedua pahanya menjepit kuat kepalaku, kemudian tergeletak lemas. Kutahu Wina telah mencapai puncak kenikmatannya.

“ Itu baru yang pertama sayang, rasakan dan nikmati yang selanjutnya … “ kataku dalam hati.
Tidak berlama-lama, dengan perlahan dan sangat hati-hati, kumasukkan jari tengah tangan kananku ke dalam rongga Vaginanya. Tidak ada yang menghalangi, menandakan Wina sudah tidak perawan lagi. Tidak mengapa, malah lebih baik pikirku. Aku jadi tidak memperpanjang dosaku memperawani anak orang lagi.

Lalu Kusentuh seluruh dinding rongga yang halus dan hangat itu dengan ujung jariku. Kadang kutekan sedikit keras, membuat nafsu birahinya kembali bangkit. Dengan posisi telapak tangan mengarah ke atas, kutekuk jariku menyentuh dinding rongga bagian atas. Kulanjutkan penekanan di beberapa tempat, sambil kuperhatikan reaksi tubuhnya.

“ Auwww… aduh, Mas, maaf… rasanya ingin pipis lagi… “ katanya tiba-tiba,

“ Sayang, tahan dan bernafaslah dengan teratur. Aku akan memberimu kenikmatan yang lain. Relaks saja dan nikmati… “
Kutekan-tekan jariku berulang-ulang pada titik tersebut hingga menyerupai getaran. Kepalanya kembali terlempar kekiri dan kekanan. Matanya terbelalak ke atas, hinggga hampir tidak terlihat bagian hitamnya. Tangannya telentang pasrah, masih lelah dan lemas.

“ Aaaacchhh… Aaahhhhhhh… Aaahhhhhh… “ erangannya semakin keras.
Perlahan kuposisikan kepalaku di depan Vaginanya, kujulurkan lidahku, kemudian kuelus, kumainkan dan kupelintir sambil sesekali kumainkan klitorisnya. Wina teriak tidak tertahankan,

“ Aaahhhhh… Ouhhhh… Sssss… ahhhh… Ampuuuunnnnn… Aaahhhhhhhh… “
Tangannya kembali buas meremas kepalaku, sementara kedua pahanya kembali menjepit kepalaku dengan kuat. Punggungnya terangkat tinggi membuat tubuhnya melengkung. Kulanjutkan penekanan pada titik bagian atas rongga Vaginanya, sambil lidahku terus mengelus, memelintir dan mempermainkan klitorisnya.

Tiba-tiba Wina terduduk, dengan kasar ditariknya kepalaku yang sedang asik bermain di Vaginanya, lalu digigitnya bibirku. Sakitnya cukup lumayan, tetapi kubiarkan saja. Kutahu ia hampir mencapai puncak kenikmatannya yang kedua. Dengan mengerang keras,

“ Ouhhh… Sssss… ahhhhhh… “
Tubuhnya mengejang lalu terlempar keras ke belakang, ke atas kasur tempat tidur. Rongga Vaginanya terasa mendenyut-denyut, menjepit erat jari tengahku yang masih berada di dalam. Tidak lama kulihat tubuhnya mulai melemas. Telentang pasrah telanjang di atas tempat tidur. Kemudian aku berdiri menuju meja dan menuangkan air putih dingin ke dalam gelas.

Kuteguk, kemudian kuberikan padanya setelah kembali kuisi penuh. Sambil menatapku, kulihat matanya menyiratkan kepuasan yang amat sangat, walaupun lelah. Aku paling senang melihat wajah wanita pasca klimaks, terlihat semakin cantik.

Belum sempat gelas itu kuletakkan, masih dalam keadaan berdiri di sisi tempat tidur, Wina menarik, mengelus kemudian mengulum batang Penisku dengan rakus, membuatnya kembali membesar dan keras. Dengan lidahnya, dijilatinya bagian bawah batangku itu, menimbulkan kenikmatan yang amat sangat. Setelah aku meletakkan gelas, kudorong lalu kutindih tubuhnya.

Mulut kami kembali berciuman, sementara satu tangannya memainkan batang Penisku. Tidak tahan dengan perlakuannya, tanganku masuk ke bawah bantal, mencari-cari karet pengaman yang sudah kusiapkan tadi. Kurobek bungkusnya, lalu kuberikan padanya. Di luar dugaan, dibuangnya benda itu, sambil berbisik ke telingaku ,
“ Mas, aku baru saja selesai Mens dua hari lalu, jadi amaaannn… “ ucapnya,

Lalu Kubimbing Penisku dengan tangan, kugosok-gosokkan, kemudian secara perlahan kuturunkan pinggulku, menusukkan batang yang besar, keras dan padat itu ke dalam rongga Vaginanya yang lembut dan hangat. Kuku jemarinya menancap keras di punggungku, dan kudengar rintihannya.

“ Ouhhhh…. aahhhhh… ouhhhh…. “
Kulihat alis matanya mengkerut sementara kedua matanya tertutup rapat. Kurasa ia agak kesakitan dimasukki oleh batang yang begitu besar, panjang dan sekeras batu. Perlahan tapi pasti, inci demi inci batang itu menguak masuk. Aku merasa sudah menyentuh dasarnya pada saat batangku belum masuk seluruhnya. Wina merintih,

“ Aouw… Ssss… ahhhhh… “
Perlahan dan hati-hati kutekan dan kutekan terus sampai masuk seluruhnya. Kudiamkan beberapa saat hingga Wina terbiasa, sebelum kupompa keluar masuk. Kedua tanganku menopang tubuhku agar tidak menindihnya terlalu keras, sementara pinggulku giat bergerak maju mundur berulang-ulang. Wina merintih semakin keras,

“ Accchhhh… yeaaah…ahhhhh… Auwwww… ouhhh… “
Tubuhnya bergoyang ke atas ke bawah, terdorong oleh tusukkan penis dan goyangan pinggulku. Rambutnya berantakan tergerai di atas bantal, sementara matanya tertutup rapat. Mukanya sudah terlihat santai, tanda ia sudah dapat menikmatinya. Sesekali kucium bibirnya yang terbuka sedikit. Hal itu memperlihatkan giginya yang putih dan tersusun rapi, sungguh menggairahkan.

Butir-butir keringat mulai bercucuran di tubuhku, juga di tubuhnya. Di belahan dada diantara kedua buah dadanya yang bergoyang, kulihat titik-titik keringat bermunculan. Sungguh pemandangan yang seksi dan menggairahkan, Entah berapa lama dalam posisi itu, tiba-tiba aku ingin mencoba posisi yang lain. Kutarik kedua kakinya dan kuletakkan di pundakku. Wina protes,

“ Addduhhh Mas, sssaakkiiittt… “
Keluh Wina tidak terlalu kupedulikan, kupompa terus keluar masuk, berputar, maju mundur, mulanya perlahan lalu semakin cepat. Wina merintih menahan nikmat,

“ Aaaachhhh… Yaaa… ouhh … tttteeerruuusssss… terusss… Ach… Ach… Ach… Ach… AAaahhhhhhhh… “
Kurasakan denyutan berulang-ulang dari rongga Vaginanya. Wina sudah sampai ke puncak kenikmatan. Aku berkonsentrasi merasakan sensasi kenikmatan yang ditimbulkan oleh gesekan batang Penisku dengan rongga Vaginanya, kupompa semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat, dan dengan disertai erangan panjang,

“ Aaaaacccchhhhhh… “

kutusukkan Penisku sedalam-dalamnya, kemudian kusemprotkan cairan kenikmatan sebanyak-banyaknya. Akupun ambruk menimpa tubuhnya, lalu Wina memelukku dengan erat. Sambil kucium pipinya, aku berkata,
“ Terima Kasih sayang, kamu hebat sekali … “
Wina membuka matanya, mencium bibirku lama, dan balas berkata,

“ Sama-sama Mas… enak sekali Mas… ampuuunnn, nikmat sekaliii, tapi capek. Wina nggak kuat lagi… “.
Malam itu kami tidur berpelukan sampai pagi. Kami melakukannya lagi di kamar mandi, walau tidak seganas malam sebelumnya. Wina harus segera berangkat menunaikan tugasnya sebagai Pramugari Udara, sementara aku masih harus bertugas menjelaskan program pemerintah yang kusosialisasikan. Kami berpisah, dan berjanji untuk ketemu lagi. Tapi entah kapan kami akan bertemu kembali. Selesai.

Minggu, 15 Januari 2017

Ketagihan Di Perkosa | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Ketagihan Di Perkosa | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Ketagihan Di Perkosa

Ketagihan Di Perkosa | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

Pengalaman sex dari kedua remaja ganteng dan kaya yang berniat memperkosa Ibu kos yang berjilbab yang mempunyai tubuh sexy, payudara besar dan pantat yang semok. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


 Klik Juga : Cewek Hot Bikini


Rizal nama panggilanku, nama lengkap Rizal Alfauzi, di web dewasa ini aku akan menuliskan cerita sex mesumku yang bisa dibilang Freak, dan bahkan terkesan nekat. Aku memulai petualangan sexs-ku bertawal dari ketika aku mendapatkan teman yang bernama Arif, dia adalah teman satu jurusanku yang bisa dibilang memiliki wajah tampan dan dan bertubuh proposional.

Kalau dilihat secara fisik Arif ini memang tipe laki-laki idaman para wanita. Arif ini sangat berbeda sekali dengaku, kalu berbicara tentang fisik aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, namun aku mempunyai kelebihan dalam hal life style. Aku tipe laki-laki yang selalu menjaga penampilan, aku bisa seperti itu karena orang tuaku cukup kaya.

Sehingga untuk masalah life style, uang jajan, dan fasilitas kendaraan aku lebih unggul dari Roni. Walaupun kami berbeda, namun kami bersahabat baik, dari atar belakang kami maka jadilah kami duo playboy, hhe. Yang namanya Playboy/ player pastinya kami sering berganti-ganti pasangan, dan tentunya hampir semua mantan kami pernah kami setubuhi.

Sampai pada suatu hari, kami-pun agak bosan dengan tipe cewek yang binal dan matre karean terlalu mudah untuk kami tiduri/setubuhi, pada akhrinya kamipun mencari pasangan yang berhijab.Untuk mendaatkan pacar berhijab saat itu kami-pun tidak mendapatkan kesulitan, namun seiring berjalanya waktu gairah sex kami-pun timbul kembali.

Yah, namanya lelaki pastinya ingin merasakan barang barunya, hhe, pada saat itu kami berdua mencoba untuk merayu dan mengajak pacar kami yang berhijab untuk bersetubuh, huh… namun apa hasilnya ? Alhasil kami serempak diputuskan doleh pcar kami yang berhijab tadi, hha. Namun yasudahlah namanya juga wanita berhijab, pastilah mereka menjaga auratnya.

Singkat cerita selang 2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka mu culah pemikiran untuk melakukan perkosaan kepada wanita berhijab, namun misi ini harus berakhir berakhir dengan kepuasan dari si korban agar kami tidak terjerat undang-undang asusila. Hemm… Saat itu kami berfikir keras, apa bisa ya misi kami ini berhasil.

Hari demi hari kami memikirkan rencana itu dengan serius, sampai pada akhirnya kamipun menemukan cara itu namun dengan syarat korban harus harus wanita yang kami kenal, kedua korban harus tidak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan menimbulkan trauma pada korban dan yang ketiga, kami harus mempersiapkan peralatan yang lengkap.

Peralatan itu seperti dari tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup mulut, obat perangsang wanita, dan bahkan obat bius, hhe. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah matang, maka kamipun melakukan seleksi korban, dan pada akhrinya kami menemukan calon korban itu.
Sebut saja namanya Ibu Indah, dia adalah wanita berhijab yang sudah dan memupyai 2 anak. Namun suaminya memiliki istri muda, jadi jika kami memilih bu indah sebagai calon korban adalah hal yang tepat, karena dimanapun tempatnya istri tua pasti jarang dibelai, hhe. Bu Indah ini mempunyai beberapa kamar kost yang di khusukan untuk kost putri

Beliau jika kami tafsirkan usianya sekitar 37 tahun, walaupun bu Indah ini berhijab namun dia Nampak sangat cantik dan menarik sekali. Bu Ini berhijab dengan ala masa kini, berhijab namun ketat, so wo man. Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat keindahan payudara dan pantatnya yang semok sekali.


 Klik Juga : Cewek Hot Bikini


Hasil dari penafsiran kami, ukuran bra-nya jika dilihat dari balik pakaian hijabnya kira-kira berukuran 36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami, nah Bu Indah ini cukup mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kost Bu Indah untuk urusan mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Indah.

Jika berbicara tentang wajah, wanita yang terbilang sudah matang ini sanagtlah pas dengan namanya, karena wajahnya dan tubuhnya sangat indah jika dipandang, apalagi kalau bisa dirasakan,hahahha. Tak jarang mata kami jelalatan ketika melihat pantat semoknya dan payudara yang tertutup oleh baju hijab ketatnya model masa kini.

Sungguh egois sekali suami bu Indah ini, sudah mempunyai istri cantik dan bohay seperti ini, masoh saja mencari istri muda, dan heranya bu indah kog bisa mau yah, entahlah. Suami Bu Indah ini memeberikan kompensasi kepada Bu Indah sebuah kost-kostan yang mEughhhasilkan rupiah yang cukup lumayan bahkan kalau saya hitung-hitung lebih dari cukup.

Oh iya anak bu Indah yang pertama berumur 14 tahun, dan anak yang kedua baru berusia 10 tahun, anak pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu dengan rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kami-pun mendatangi kost milik Bu Indah pada sekitar pukul 09.30 pagi.

Pagi itu terlihat suasana kost sudah sepi, karena semua pEughhhuni kost sudah berangkat kuliah dan kedua anaknya juga sedang sekolah. Karena pada saat itu kami melihat kondisi kost kondusif, kemudian kami-pun langsung memasuki rumah Bu Indah yang letak rumahnya jadi satu dengan kost-nya, setelah masuk kamipun menyapa,

“ Permisi Bu Indah, selamat pagi, ” ucap sapa ramah kami.
Pada saat itu kebetulan sekali Bu Indah sedang bersih-bersih dan membereskan ruang tamunya.

Terlihat saat itu Bu Indah memakai kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk ukuran baju muslim, dibalik baju mjslim ketatnya terlihat montok sekali guest teteknya, wow… gede dan kencang sekali kawan. Mendengar sapaan kami Bu indah-pun menyambut kami,

“ Eh… ada Arif dan Rizal, kok tumben kalian datangnya pagi-pagi sekali, emangnya pagi-pagi gini kaalian mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anak-anak pada kuliah deh, ” ucap Bu Indah.

Dengan senyum ramah dan manis bu indah-pun menyambut kami,

“ Bener juga yah Bu, pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau ngapain yah bu kesini, padahal kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek, hhe… ” ucapku mulai memancing Bu indah.

“ Wah sayang banget dong Pizza-nya kalau gitu, ” kata Bu Indah sambil terus membereskan furniture di ruang tamunya.

Pada saat itu posisi Bu Indah agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya terlihat bergerak-gerak yang membuat jantung kami semakin berebar-debar saja, lalu,

“ Daripada mubazir, gimana Pizza-nya kita makan sama-sama aja Bu, mau nggak Bu ?, ” ajakku.

“ Beneran nih, kalau kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak, hhe…, ” ucapnya dengan candanya dengan renyah.

Hemm… Seandainya saja Bu Indah tahu maksud kedatangan kami,

“ Yaudah Bu silahkan saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang makan pastilah tidak akan habis, hhe…, ” sahut Arif sembari membuka kardus pizza yang masih panas itu.

Kemudian Bu Indah tanpa rasa sungkan-pun mulai nimbrung dengan kami dan bersama-sama dengan kami menikmati pizza yang lezat itu,

“ Oh iya bu, kami kog lupa beli minuman yah Bu, ” ucapku.

“ Udah kalian tenang aja, ngomong-ngo ngomong kalian mau minum apa?,
” ucap Bu Indah menawarkan minum pada kami.

“ Eummm, apa yah, kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hhe… ” ucap Arif memancing lagi.

“ Wah, Susu murni kaya’nya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja ?, ” ucapnya menawarkan minuman lain dengan polosnya.

Ternyata Bu Indah benar-benar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalag susu murni dari payudara Bu Irma, hha… Saat itu kamu seakan sudah tak sabar ingin segera meremas payudara yang besar dan kencang itu,

“ Wah, masa sih Ibu Indah enggak punya susu ?, ” canda Arif dengan melirik Payudara Bu Indah.

“ Hemmm… dasar kamu Rif, ngeres aja fikiranya… Husss… husss jangan gitu nggak baik !!!, ” kata Bu Indah ternyata mulai sadar kalau kami memandangi payudara-nya dengan penuh nafsu.
Lanjutnya lagi,

“ yasudah kalian tunggu sebentar yah, biar Ibu buwatkan kalian kopi, ” ucapnya mengalihkan pembicaraan.

 

 Klik Juga : Cewek Hot Bikini 


 Seakan-alan Bu Indah mencoba untuk tidak meladeni canda’an kami yang mulai menjurus dan berjalan ke dapur denga lenggokan pantatnya yang semok. Kami segera bangkit mengikuti Ibu montok itu. Tugas Arif adalah memegang Bu Indah supaya dia tidak bisa berontak, sementara aku akan menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang ada obat biusnya.

Obat bius yang kami berikan kepada Bu Indah mempunyai dosis rendah, jadi jika digunakan hanya akan akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu Indah sedang membuat racikan kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami dan dengan segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri,

“ Maaf Bu, kami maunya susu, boleh kan, ” pinta Arif dengan pandangan yang semakin nakal ke arah payudara-nya.

“ Iya Bu, kami minta baik-baik…, ” sahutku beriringan.
Bu Indah mulai nampak panik melihat wajah mesum kami.

“ Gila kalian…, ” seru Bu Indah mulai meninggi.
Melihat cara baik-baik tampaknya gagal, Arif dengan tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Indah dari belakang,

“ Jangan ngelawan dong Bu…, ” kata Arif.

“ Apa-apaan nih, kalian tidak waras yah !!!, ” ucap Bu Indah mencoba memberontak.
Namun percuma saja Bu Indah berontak, karena Arif lebih kuat daripada Bu indah. Saat itu aku-pun segera bertindak cepat dengan sapu tangan yang ada obat biusnya, alhasil dalam sekejap Bu Indah terlihat langsung pusing dan lemas. Aku segera menutup mulutnya dengan kain,

“ Beres bro, udah enggak bisa berontak nih, ayo bawa ke tempat tidur…, ” ucap Arif.
Kami membopong tubuh semok Bu Indah yang lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku bertugas memangku Bu Indah dan Arif bertugas memberikan foreplay buat Bu Indah. Wajah Bu Indah semakin pucat karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari matanya,

“ Tenang Bu, kami berikan yang terbaik kok,so Bu Indah enjoy aja yah !!!” bisikku di telinganya.
Arif dengan penuh percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya dibungkus celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontol-nya. Bu Indah berusaha menendang Arif dikala Arid akan menyingkap rok panjangnya, namun tenaganya sangat kecil bahkan nyaris tak ada.
Kini kami menikmati pemandangan kedua paha Bu Indah yang montok, putih dan mulus,

“ Keren coy…” ujar Arif kagum pada pamandangan indah itu.

“ Yo’i…” aku membenarkan, ”terus ke atas dong, ”.

“ Sabar…perlahan biar Bu Indah menikmati, ” kilah Arif.
Arif membelai paha Bu Indah dengan lembut dan sekali-kali menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga terlihat daerah selangkangan dengan celana dalam warna hitam yang kontras dengan kulit putih pahanya,

“ Wow, kayaknya lebat sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha…, ” ucap Arif seraya membelai rambut-rambut kewanitaan Bu Indah yang tumbuh melewati batas celana dalam.

Bu Indah masih mencoba meronta, namun tetap tak bertenaga. Akhirnya ia hanya membuang muka dan memejamkan matanya. Dengan nakal Arif mulai menciumi selangkangan Bu Indah, suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium tepat di bagian memek Bu Indah yang masih tertutup celana dalam,

“ Buka dong Rif celana dalamanya, udanh sangek banget nih gue !!, ” ucapku kepada Arif.
Arif menuruti kemauanku. Dengan perlahan ia memeloroti celana dalam hitam milik Bu Indah sehingga kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dengan rambut liar yang menutupi keindahan liang senggama-nya,

“ Tukan bener bro, gondrong jembut-nya…” ujar Arif.

“ Yah… maklum jarang dipake Ron…” aku menimpali.

“ Bener-bener nih yang punya barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus tiap hari, ” kata Arif.
Dengan lembut dan profesional, Arif menyibak rambut kemaluan Bu Indah sehingga ia menemukan bibir vagina yang merekah,

“ Eh… udah agak basah nih…” ujar Arif.

“ Wah… dari tadi kan kami sudah bilang Bu, jangan ngelawan, pasti enak kok…” candaku.
 

  Klik Juga : Cewek Hot Bikini


Bu Indah masih memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya mengingkari bahwa ternyata dia terangsang oleh kami. Arif memulai jurus-jurus foreplay dengan membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelai-belai labium mayora Bu Indah, dan tentu saja tak ketinggalan Itil-nya.
Saat itu pada bagian Itil, Arif dengan penuh nafsu menjulurkan lidahnya dan memainkannya Tubuh Bu Indah sontak terasa menggeliat,

“ Tuh kan, enak kan Bu…” ucapku.


Melihat reaksi Bu Indah yang menggelinjang, Arif semakin terbakar nafsu, ia melumat habis kemaluan Bu Indah dengan mulut dan lidahnya. Aku yang melihat juga semakin berahi. Tubuh Bu Indah semakin terasa menggelinjang, dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia mulai menatap Arif yang tengah mengerjai kemaluannya yang sudah lama nganggur itu.

Menurutku mungkin baru pertama kali dia dioral seperti itu. Arif memang dahsyat, lidahnya menjalar-jalar dari perbatasan anus dan vagina hingga ujung Itil dan sekali-kali ia mengulum Itil Bu Indah. Wanita mana yang bisa tahan kalau Itil-nya dikulum seperti itu. Mata Bu Indah yang tadi basah oleh air mata kini menatap penuh harap pada Arif.

“ Ibu… mau saya buka tutup mulutnya enggak? Tapi jangan teriak ya…” aku menawari Bu Indah dan wanita itu terlihat mengangguk. Aku pun membuka kain penutup mulutnya.

“ Kalian gila…, ” seru Bu Indah.
Tapi intonasinya sudah berbeda dengan seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara kalut dan nikmat,

“ Eughhh… Oughhh… , ” Bu Indah semakin tak malu mengeluarkan lenguhan erotisnya disaat Arif memainkan jarinya di dalam liang kewanitaanya.

Aku yang dari tadi Cuma jadi penonton mulai beraksi. Dengan lihai tanganku menarik kaos Bu Indah hingga payudara-nya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya,

“ Buset, gede banget coy, ini mah semangka namanya, ” seruku takjub.
Payudara Bu Indah memang besar dan tampak masih kencang. Dengan tak sabar aku mencopot pengait BH-nya sehingga buah besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera meremas-remas dan memilin puting susunya yang juga besar itu,

“ Eughhh… kalian memang kurang ajar…” racau Bu Indah yang semakin terbakar birahi.

Terlihat pada saat itu wajah manisnya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir bahkan mulutnya setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan ternyata memang benar, wanita berjilbab putih itu membalas ciumanku. Akupun melumat bibirnya yang seksi itu sambil terus meremas-remas payudara-nya.

Sementara di bawah, Arif terus bergerilya. Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Indah tak mampu lagi menahan orgasme-nya,

“ Eughhh… gila… Ssssshhhh… Aughhhhh…, ” tubuhnya mengelinjang hebat.
Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang sehingga gelinjangannya semakin terasa. Ibu dua anak itu melenguh cukup keras dan panjang tatkana orgasme menjemputnya.

Wajah Arif terjepit dua paha mulusnya sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu montok yang sedang meraih kenikmatan duniawi itu,

“ Wow… asyik kan Bu…” seruku.

“ Kini giliran kami ya Bu…” ujar Arif tak sabar.
Kini Arif mulai melucuti celana dalamya dan dengan segera menempelkan ujung kontol-nya di bibir kewanitaan Bu Indah,

“ Eh… pake kondom dong Rif…” seruku.

“ Buset… hampir lupa gua…, ” ucapnya.
Kemudian Arif mengurungkan niatnya untuk mEughhhunjamkan kontol-nya dan segera mencari kondom di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang kejantanan-nya, kini dia-pun segera menempelkan kontol-nya kembali ke bibir kemaluan Bu Indah yang montok dan perlahan-lahan memasukinya.

Aku melihat wajah Bu Indah semakin mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua dimulai. Aku berciuman dengan Bu Indah sambil terus meremas-remas toketnya yang montok, sementara Arif asyik menggenjot memek-nya. Sampai akhirnya terdengar lenguhan Arif tanda dia melepas orgasme-nya,

“ Hmm… istirahat dulu ya bu…” ajakku membaringkn tubuh Bu Indah di atas tempat tidur.

Tubuh montok itu masih terbungkus rok panjang dan kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih dikenakannya. Aku mengambil botol aqua dari dalam tas dan menyodorkannya pada Bu Indah. Dia menerima dan mengguk airnya, Sementara aku merobek tissue vagina yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap peralatan kami guest.

Aku bersihkan memek-nya dengan tissue yang harum itu sehingga tak ada lagi bekas-bekas penjajahan Arif. Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral seks pada Bu Indah. Wanita itu mulai terangsang lagi. Kini ia semakin tak malu-malu. Tanggannya membelai-belai rambutku dan sekali-kali menariknya disaat dia merasa terangsang hebat.

Aku semakin kalap dan melahap vagina ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup waktunya untuk melakukan penetrasi,

“ Bu kita ML pakai gaya doggy style yah !!!, ” pintaku.

“ Gaya Apaan tuh?, ” tanya lugu.

“ Itu loh bu, jadi ibu nungging, terus ibu di entot dari belakang, ” ucap Arif menjelaskan ketika dia beristirahat setalah mendapatkan orgasme-nya.

Bu Indah menurut, dia kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai dan menungging di tepi tempat tidur. Wow… pantat semoknya membuat aku semakin tak sabar menikmati permainan inti. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya, empuk sekali. Dengan tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke dalam memek-nya.

Agak mudah memang, maklum habis dipakai Arif, namun tetap nikmat. Aku menggenjotnya dengan irama perlahan seakan membelai dinding-dinding memek-nya. Bu Indah tampaknya sangat menikmati permainanku. Pantat semoknya bergoyang-goyang mengikuti irama sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memek-nya mulai mengeras tanda dia sudah hampir orgasme.

Aku mempercepat tempo permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersama-sama. Bu Indah menggelepar di atas tempat tidur. Diaa pasti tak habis pikir, dalam hidupnya dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia dan istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 lelaki muda perkasa,hhe…

“ Bu, ibu enggak marah kan?, ” tanyaku.
Bu Indah tak menjawab, namun saat itu dia menatap kami dengan wajah penuh terima kasih,

“ Kalian… kalian kurang ajar…, ” serunya.

“ Tapi enak kan Bu, ” canda Arif yang sudah berpakaian kembali.

“ Iya sih, Enak banget, ” ucap Bu Indah dengan senyum puas.

“ hhe.. berarti lain kali boleh dong kita dateng lagi Bu ?, ” tanyaku.

“ Dasar kalian pemuda gila, bener-bener maniak sexs kalian yah, ” ucap Bu Indah.
Dari nada biacaranya tadi, terdengar jelas bahwa dia mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata seperti itu Bu Indah-pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersikah diri dari. Singkat cerita setelah 1minggu kemudian, kami datang lagi ke rumahnya, dan Bu Indah sudah siap untuk kami setubuhi lagi.

Setelah kejadian itu justru Bu Indah yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telefon maupun sms untuk meminta jatah kepada kami Dasar ibu-ibu berhijab 2 anak doyan sex, hha. Selesai.